Tuesday, February 24, 2009
Monday, February 23, 2009
New Life has Begin

Dear all viewers,
I know that it's been a while since I'm not updating my blog. Bukannya taknak tulis, tapi masa dan keadaan yang tak mengizinkan.
As for them yang dah tau ape yang jadi kat aku sebelum ni, thanks guys! I know it's hard to forget but, remembering makes us to think wisely in future. Chaiyok!
Kadang2 tu memang stress coz you know.. melibatkan hati dan perasaan. Tapi, life must go on.
Skrg ni aku pun dah lupakan dia. Dan mulakan hidup baru. Biarlah segala halangan dan dugaan yang bakal melanda akan mengugat pendirian dan semangat aku, namun untuk berputus asa, TIDAK SEKALI!
Erm, sampai sini saje coretan yang dapat aku luahkan. Kiter sambung nanti ek. Thanks!
Wednesday, February 11, 2009
Single Ladies!
1. Put your iTunes/Napster/Zune Player/WinAmp/etc on shuffle.
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS!
4. Tag 10 or more friends who might enjoy doing this as well as the person you got it from.
IF SOMEONE SAYS "IS THIS OKAY" YOU SAY?
Wherever You Go - Richard Marx
WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
Broken Hearted Girl - Beyonce Knowles
HOW DO YOU FEEL TODAY?
I Turn To You - Christina Aguilera
WHAT IS YOUR LIFE'S PURPOSE?
Always Be My Baby - Mariah Carey
WHAT IS YOUR MOTTO?
Crush - David Archuletta
WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU
Circus - Britney Spears
WHAT DO YOU THINK OF YOUR PARENTS?
Ketika Cinta - Siti Nurhaliza
WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
I Hate This Part - Pussycat Dolls
WHAT IS 2+2?
Sejauh Ini - Dina
WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
Cinta Ini - Siti Nurhaliza (Lentera Timur)
WHAT DO YOU THINK OF THE PERSON YOU LIKE?
Reflection - Christina Aguilera
WHAT IS YOUR LIFE STORY?
Whatchamacallit - Pussycat Dolls
WHAT DO YOU WANT TO BE WHEN YOU GROW UP?
Mannequin - Britney Spears (Circus)
WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
Holler - Spice Girls
WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU
Halo - Beyonce Knowles (I am...Sacha Fierce)
WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
Di Kayangan Kita - Siti Nurhaliza (Lentera Timur)
WHAT WILL THEY PLAY AT YOUR FUNERAL?
Toxic - Britney Spears
WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST?
Cintamu - Siti Nurhaliza
WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
Welcome - Christina Aguilera (Back to Basics)
WHAT'S THE WORST THING THAT COULD HAPPEN?
Jelmakanlah Ayumu - Siti Nurhaliza (Lentera Timur)
WHAT IS THE ONE THING YOU REGRET?
Helo - Farah Asyikin
WHAT MAKES YOU LAUGH?
Naughty Girl - Beyonce Knowles
WHAT MAKES YOU CRY?
Makes Me Wanna Pray - Christina Aguilera (Back to Basics)
WILL YOU EVER GET MARRIED?
Always be My Baby - David Cook
WHAT SCARES YOU THE MOST?
Seloka Budi - Siti Nurhaliza (Lentera Timur)
DOES ANYONE LIKE YOU?
Melawan Kesepian - Siti Nurhaliza
IF YOU COULD GO BACK IN TIME, WHAT WOULD YOU CHANGE?
Amnesia - Britney Spears (Circus)
WHAT HURTS RIGHT NOW?
Hati Berbisik - Siti Nurhaliza (OMG!! It's sooooo true!)
WHAT WILL YOU POST THIS AS?
Single Ladies - Beyonce Knowles (I am... Sacha Fierce)
TRY NOW!!
Tuesday, February 10, 2009
Sorry For Love
Sorry For Love
This is for you. You know who you are.
Forgive me for the things that
I never said to you
Forgive me for not knowing the right words to say
to proveThat I will always be devoted to you
and meAnd if you can't feel that in my love
Then I'm sorry for not giving you enough
But I'm not sorry for my love
I'm not sorry for my touch
The way I made your hands tremble and my heart rush
I would do it all again
Wouldn't take back a thing'Cause with you
I've lived a thousand lives in one
And I could never be
I could never be
Sorry for love
Maybe there have been times that
I let you down
Looking back on all those moments
I know that I should have found
The best of me for you
And now I will promise to
And if you don't see that in my eyes
Then I'll be sorry for the rest of my life
But I'm not sorry for myLove
I'm not sorry for my touch
The way I made your hands tremble and my heart rush
I would do it all again
Wouldn't take back a thing'
Cause with you
I've lived a thousand lives in oneAnd
I could never be
I could never be
Sorry for love
We all make mistakes
No matter how hard we try
But hearts can only break
When sorry comes around
And we don't forgive each other somehow
Enough said...
This is for you. You know who you are.
Forgive me for the things that
I never said to you
Forgive me for not knowing the right words to say
to proveThat I will always be devoted to you
and meAnd if you can't feel that in my love
Then I'm sorry for not giving you enough
But I'm not sorry for my love
I'm not sorry for my touch
The way I made your hands tremble and my heart rush
I would do it all again
Wouldn't take back a thing'Cause with you
I've lived a thousand lives in one
And I could never be
I could never be
Sorry for love
Maybe there have been times that
I let you down
Looking back on all those moments
I know that I should have found
The best of me for you
And now I will promise to
And if you don't see that in my eyes
Then I'll be sorry for the rest of my life
But I'm not sorry for myLove
I'm not sorry for my touch
The way I made your hands tremble and my heart rush
I would do it all again
Wouldn't take back a thing'
Cause with you
I've lived a thousand lives in oneAnd
I could never be
I could never be
Sorry for love
We all make mistakes
No matter how hard we try
But hearts can only break
When sorry comes around
And we don't forgive each other somehow
Enough said...
Wednesday, February 4, 2009
IM DONE
Yeah....
February 4th, 2009.
Hari yang menentukan segalanya. Hari yang paling malang sekali buat aku. Or mungkin hari yang paling baik untukku.
Aku dah BREAK UP dengan dia! Yeah...it's true... Finished. Full stop. End. There is no more comma, or whatsoever.
I didn't know that he will be like this! Aku tak tahu pun selama kitorg bersama, dia rupa-rupanya 'pasang' orang lain belakang aku. Truly nonsense and fcuk off!
Aku dah berikan segala cinta dan kasih sayang kepada dia. Sampai hati dia buat aku mcmni? Adilkah padaku?
Thanks Shima,
Sebab ko yang telah checkkan aku bill phone dia and find out the number! Otherwise, aku takkan tahu sampai sekarang, or bila-bila!
Kenapakah kau sangggup buat aku mcmni? Apa salah aku? Tak cukupkah lagi apa yang telah aku berikan? Aku curahkan kasih. Aku siramkan sayang. Aku halusi dengan cinta.
Tapi apa yang aku dapat akhirnya? Di khianati?
Jangan kau nak salahkan aku diatas segala 'agenda' kau yang telah ku ketahui! Kau memang tak pernah cukup dengan satu kan? Kau memang tamak!
Dahla...cukuplah dengan drama. Cukuplah diri ini diperbodohkan.
Aku cuma berharap yang kau akan bahagia dengan si dia yang kau pilih. Yang kau sukai. Enough is enough!
Cuma satu je janji dan sumpahku. Kau TAK AKAN dapat jumpa orang yang sebaik aku. Orang yang sanggup bersusah senang dengan kau! Orang yang akan sentiasa berada disisi kau di kala kau memerlukan. Untuk jangka masa yang panjang!
Si dia yang kau pilih, yang kau puja, yang kau agungkan itu cuma akan bersama kau ketika kau senang. Ketika kau bahagia. Ketika dia memerlukan kau, sebagaimana yang kau perlakukan aku!
Titipkan salam kasih dan sayang aku kepada kedua orang tuamu. Walau apapun yang terjadi, aku tetap sayangkan mereka, tapi bukan engkau! Bukan orang yang telah memperalatkan dan mempermainkan perasaan dan jiwa aku!
Pergilah wahai sayangku. Jauh dari hidupku. Jauh dari segala yang pernah aku fikirkan. Hanyutlah engkau dalam arus cinta yang telah kau persembahkan. Tenggelamlah engkau dalam dalamnya fikiran dan agenda.
Hanya satu pintaku. Untuk yang terakhir kali. Jagalah si dia dengan sebaiknya. Pupuklah kasih sayang dan semailah cinta yang tak berbelah bahagi. Hargailah hubungan yang hanya (mungkin) datang sekali sahaja. Usahlah kau mempermainkan hati dan perasaan orang lain, yang mungkin akan terjadi pada dirimu.
Sampai disini sahaja yang akan kutulis, ku luahkan mengenai mu. Cukuplah...
Terima kasih di atas secubit kasih sayang dan cinta yang pernah kau berikan kepadaku.
You don't deserved me!
February 4th, 2009.
Hari yang menentukan segalanya. Hari yang paling malang sekali buat aku. Or mungkin hari yang paling baik untukku.
Aku dah BREAK UP dengan dia! Yeah...it's true... Finished. Full stop. End. There is no more comma, or whatsoever.
I didn't know that he will be like this! Aku tak tahu pun selama kitorg bersama, dia rupa-rupanya 'pasang' orang lain belakang aku. Truly nonsense and fcuk off!
Aku dah berikan segala cinta dan kasih sayang kepada dia. Sampai hati dia buat aku mcmni? Adilkah padaku?
Thanks Shima,
Sebab ko yang telah checkkan aku bill phone dia and find out the number! Otherwise, aku takkan tahu sampai sekarang, or bila-bila!
Kenapakah kau sangggup buat aku mcmni? Apa salah aku? Tak cukupkah lagi apa yang telah aku berikan? Aku curahkan kasih. Aku siramkan sayang. Aku halusi dengan cinta.
Tapi apa yang aku dapat akhirnya? Di khianati?
Jangan kau nak salahkan aku diatas segala 'agenda' kau yang telah ku ketahui! Kau memang tak pernah cukup dengan satu kan? Kau memang tamak!
Dahla...cukuplah dengan drama. Cukuplah diri ini diperbodohkan.
Aku cuma berharap yang kau akan bahagia dengan si dia yang kau pilih. Yang kau sukai. Enough is enough!
Cuma satu je janji dan sumpahku. Kau TAK AKAN dapat jumpa orang yang sebaik aku. Orang yang sanggup bersusah senang dengan kau! Orang yang akan sentiasa berada disisi kau di kala kau memerlukan. Untuk jangka masa yang panjang!
Si dia yang kau pilih, yang kau puja, yang kau agungkan itu cuma akan bersama kau ketika kau senang. Ketika kau bahagia. Ketika dia memerlukan kau, sebagaimana yang kau perlakukan aku!
Titipkan salam kasih dan sayang aku kepada kedua orang tuamu. Walau apapun yang terjadi, aku tetap sayangkan mereka, tapi bukan engkau! Bukan orang yang telah memperalatkan dan mempermainkan perasaan dan jiwa aku!
Pergilah wahai sayangku. Jauh dari hidupku. Jauh dari segala yang pernah aku fikirkan. Hanyutlah engkau dalam arus cinta yang telah kau persembahkan. Tenggelamlah engkau dalam dalamnya fikiran dan agenda.
Hanya satu pintaku. Untuk yang terakhir kali. Jagalah si dia dengan sebaiknya. Pupuklah kasih sayang dan semailah cinta yang tak berbelah bahagi. Hargailah hubungan yang hanya (mungkin) datang sekali sahaja. Usahlah kau mempermainkan hati dan perasaan orang lain, yang mungkin akan terjadi pada dirimu.
Sampai disini sahaja yang akan kutulis, ku luahkan mengenai mu. Cukuplah...
Terima kasih di atas secubit kasih sayang dan cinta yang pernah kau berikan kepadaku.
You don't deserved me!
Thursday, January 29, 2009
Thanks Everyone!

Kawan. Teman. Sahabat.
Semua orang memerlukan seseorang untuk memegang 'watak' di atas.
Terima kasih aku ucapkan kepada insan-insan yang selama ini sangat baik dan menyokong diri ini.
Kepada semua yang dibawah :
Sufian,

Thanks for being such a good and loving (+ caring) friends. You are like my brother! We share the laughter, the conflicts, the gossips and bla..bla..bla..
It's nice to know you in the 1st place. Thanks for being there for me.
Melissa,
I really adore your English! You're my moving dictionary! Hehehe... Thanks for encourage me and lend me all the good pieces you have! I'm now enjoy reading and really into it! Thanks! Thanks! Ambitious! Elegance! Remember, what I've said. You have to stand up for yourself! Be more confident. Just ignore whatever people said to you as long as you know the best for yourself.
Tammy,
Call me whenever you have anything to share with. Sometimes, just call me to say 'hi' which I think that is the sweetest thing bout you! Malacca? Genting? I will automatically 'switch' my mind to you whenever I heard or see the mentioned places! Hahaha... Ok..ok, we will go someday!
Shima,
Aku tau ko baru je 'join' our group. But, it's nice to have you with us! Walaupun kadang-kadang tu rasa mcm nak cabut plug ko tu (tooooooo talkative!), but you lighten up our boring department! Try to control your 'mouth' with others as they might be annoyed with it! Hahaha..
Thanks so much for helping me for the annual dinner, appreciate it! Thanks so much!
Salina,
Breakfast? Mamak? Baker's Cottage? Abg 'Jam'? Swimming pool? Kuih muih? Mee Hoon? Terlalu banyak kenangan dan cerita-cerita lucu yang telah kita kongsikan. Sehari tak gelak memang tak sah kan? Kita ni memang pantang jumpa, ada je cerita baru atau benda-benda yang nak digelakkan..... Cacat! Btw, thanks for being my friend. One of my best friend!
Jacelyn,
My lil' big sister! Thanks for your support! Thanks for your support! Appreciate it! You are one of the creative person that I knew. I really like your ideas and your cupcakes! Miss your identity of laughing! Sooooooooo scary! hahahahaha... (until now I can imagine the way you laugh! there must be something wrong with me already! I blame you! hahahaha....)
At first I was tot that you must be the other 'attitude', 'arrogant' lady in the office. I really adore your voice. The way you talked, the way you walk, the way you handle things. It's really nice. The opportunity that I had working with you for the recent event makes me really comfortable and 'chill' about you, Seema.
I have to admit that you are gorgeous! Stunning! The aura, you brought are so cool! Speechless!
Thanks for being my sweetest and loving sister yet my producer! Love ya!
Noriah Kay & Ami si 'cilik',
Ada registration? Ada product baru? hahaha... korang tetap sabar melayan kerenah 'anak-anak' kecil yang kerap kali menganggu masa dan mood korang kan? Thanks for that! Kaks, thanks for your guidance and your kindness! Muahhhhsss!
Pervin!,
I'm so worried when I know that you are in the Mumbai incident! Glad to see you back in the office! Thanks for your kindness and your guidance!
Shimi Nadaraja,
Small, young but energetic! Relax k. Jangan cepat menggelabah! I love 'selling' your products! hahaha... One thing I remember bout you is your laugh! So funny! Even sometimes I'm trying not to laugh, I jsut can't stop myself! Hahahahaha....Who else that i might be forgotten? I'm sorry. Doesn't mean that I don't like you or whatsoever, it's just that I'm tired of typing! hahaha.... Also goes to Diana, Devena, Danial Parr! Much of loves!
I'm sorry for all the mistakes I've done to each one of you!
Sempurnakah Kita?
" Eh..eh..tengok tu. Tak reti fashion ker? Look at the shoes she's wearing! Disaster! "
" Do you need a mirror?!"
" You, as one of my friends? I don't think so!"
" Ada hati nak jadi kekasih aku?! Hilang akal ker?"
" You're not welcome."
Antara kata-kata nista, kesat yang kerap kali kita dengar dan (mungkin) lemparkan kepada orang lain. Kadang-kala (mungkin) dengan sengaja atau diluar 'para-normal'.
Sempurnakah kita? Apakah kita berhak untuk berkata sedemikian? Oleh kerana (mungkin) seseorang itu bukan di'tahap' atau setaraf dengan kita, seterusnya membuatkan mereka dikatakan tidak layak berkawan dengan kita?
Di manakah 'taraf' dan kelayakkan kita disisi-Nya? Pernahkah kita bertanyakan soalan itu? Sudah cukup baikkah kita? Tinggi sangatkah darjat dan status kita?
Insaflah wahai teman.....
" Do you need a mirror?!"
" You, as one of my friends? I don't think so!"
" Ada hati nak jadi kekasih aku?! Hilang akal ker?"
" You're not welcome."
Antara kata-kata nista, kesat yang kerap kali kita dengar dan (mungkin) lemparkan kepada orang lain. Kadang-kala (mungkin) dengan sengaja atau diluar 'para-normal'.
Sempurnakah kita? Apakah kita berhak untuk berkata sedemikian? Oleh kerana (mungkin) seseorang itu bukan di'tahap' atau setaraf dengan kita, seterusnya membuatkan mereka dikatakan tidak layak berkawan dengan kita?
Di manakah 'taraf' dan kelayakkan kita disisi-Nya? Pernahkah kita bertanyakan soalan itu? Sudah cukup baikkah kita? Tinggi sangatkah darjat dan status kita?
Insaflah wahai teman.....
Friends = Balloons ?
Love is too short to wake up with regrets. So love the people who treat you right. Forget about the one’s who don’t. believe everything happens for a reason.. if you get a second chance, grab it with both hands. If it changes your life, let it. Nobody said life would be easy, they just promised it would be worth it.
Friends are like balloons; once you let them go, you can’t get them back. So, I’m gonna tie you to my heart so I never lose you.
Friends are like balloons; once you let them go, you can’t get them back. So, I’m gonna tie you to my heart so I never lose you.
Berakhirnya sebuah sengsara...
" Ibu? .... Ibu?...."
" Dimanakah ibu?"
" Ibu balikla....saya rindukan ibu..."
" Ibu.. saya janji saya takkan ingkar kata-kata ibu."
Seorang kanak-kanak berumur 7 tahun menangis teresak-esak.. rindukan hangatnya kasih ibu.
Rindu untuk menatap wajah ibu tercinta. Rindu untuk memeluk jasad ibu yang suatu ketika dulu menjadi tempat untuk dia berlindung di kala dentuman bom dan ketika bumi bertuah itu di hujani peluru hidup yang buta; tidak mengenal erti perikemanusiaan dan etika hidup.
Dimanakah tempatnya untuk dia menumpang kasih?
Kepada siapa lagi untuk dia mengadu?
Siapa lagi yang kisahkan masa depannya?
Ibu,
Ketika ini saya hanya inginkan ibu. Saya sanggup tukarkan nyawa saya agar ibu dapat kembali ke bumi ini...
Mengapa mereka sangat kejam? Apakah salah kita? Kenapa Kau panggil ibuku pergi dahulu?
Sampai begini sekali dugaan dan cabaran yang perlu aku lalui..
* dummm.......dummm...dum.....
Terdengarnya dia jeritan dan lolongan sang ibu, sang ayah menangisi kematian anak kesayangan. Ketika itu dia teringat kembali kejadian itu......
Entah berapa lama lagi perlu aku menunggu kepulangan ibu yang dari tadi keluar untuk mencari sesuap nasi, di kala udara luar berjerebu...dihujani peluru dan bala...
" Harap-harap ibu selamat diluar sana...." Hatinya berbisik sendirian. Gelisah. Risau.
Keadaan atap rumah yang bocor ditembusi bom suatu ketika dahulu membayangkan betapa peritnya kehidupan di bumi ini. Tenggelam di lautan penuh darah, luka dan lara.
Sambil menanti kepulangan ibu tersayang, aku tidak henti-henti berzikir, berdoa agar ibu selamat kembali, ke pangkuanku..
* tok..tok..tok.. bunyi ketukan di pintu.
" Siapa? .." Aku bertanya dengan penuh debaran.
" Ibu ni sayang..buka pintu cepat." Ibuku membalas.
Aku lantas membuka pintu dan memeluk erat ibuku. Ditangannya digenggam sebungkus roti dan segumpal nasi yang telah bercampur dengan pasir...
" Lapar sayang? " ibu bertanya kepadaku.
" Ibu, saya risau dari tadi... Saya takut.." Aku tiba-tiba bersuara. Tidak menjawab pertanyaan ibu.
" Sayang, jangan risau. Ibu ada disini.."
" Mari makan. Cuma ini yang ibu dapat berikan. Cukuplah untuk kita sehari dua ini."
Ku lihat ibu meletakkan makanan yang dibawa diatas sebuah pinggan. Di bawanya bekas itu dihadapanku.
" Makan sayang." Kata ibu sambil menolak pinggan itu ke arahku.
Ku lihat hanya satu pinggan berisi makanan.
" Ibu tak makan sekali? Mana pinggan ibu? " Aku bertanya kepada ibu.
" Ibu dah kenyang sayang. Tadi ibu dah makan sedikit." Kata ibu.
* Aku tau ibu bohong. Ku lihat ada genangan air mata dihujung matanya. Ibu sanggup menahan lapar keranaku....
" Ibu, mari makan sama-sama.. " Kataku sambil menyuapkan sedikit roti ke mulut ibu.
Ibu ku lihat sedikit sedih. Dalam suaranya yang sedikit serak dan bergetar dia berkata kepadaku.
" Anakku, ibu minta maaf kerana tak dapat menyediakan segala yang perlu untuk mu sayang"
" Sepanjang ketiadaan ibu nanti, jagalah dirimu baik-baik. Ingat segala pesanan ibu. Ibu sayangkanmu sayang. Kita jumpa nanti di 'sana'. "
" Ibu, kenapa? Ibu sakit? " Tanyaku.
Ibu hanya melihatku dengan penuh sayu. Apalah yang dimengerti oleh anaknya yang cuma berumur 7 tahun....
Tiba-tiba pintu rumah kami dipecah masuk. Sekumpulan lelaki berpakaian seragam hijau memecah masuk rumah kami dengan membawa senjata ditangan.
Ibu terus memeluk erat tubuhku dan menjerit.
" Imad! Lari!!! "
" Ibu!!" jeritku ketika ku lihat ibu ditarik oleh seorang lelaki.
Ku cuba capai tangan ibu. Namun tidak kesampaian. Hatiku berdebar. Apakah yang perlu aku lakukan?
Ibu kulihat menangis dan merayu agar aku tidak diapa-apakan.
" Tolonglah lepaskan kami... Atau sekurang-kurangnya kau lepaskan anakku. Dia masih kecil.." Kata ibu sambil teresak-esak.
" Kau ikut kami!" arah seorang lelaki dengan mukanya yang bengis.
Ibu diheret keluar dengan ganas oleh mereka.
Darah merah mula mengalir dilengan dan kaki ibu ketika diheret di atas batu dan pasir kasar itu.
" Ibu! Ibu!" Aku menangis. Menjerit.
" Ibu! ibu nak kemana?" Aku bertanyakan ibu sambil berdiri dimuka pintu.
Tanganku melambai-lambai ke arah ibu. Air mata sudah tak ku kira betapa lajunya mengalir diatas pipiku yang bersaluti pasir dan debu.
Mereka kemudiannya mengikat tangan dan kaki ibu di atas batu, ditengah kepanasan hari.
Ibu menangis dan menjerit minta dilepaskan.
Seorang lelaki mengambil seketul batu yang bersaiz sederhana lalu dilemparkan kearah ibu. Mereka kulihat gembira dan ketawa dikala melihat ibu merintih kesakitan dan merayu untuk dilepaskan.
Tudung ibu ditarik dan dipijak oleh mereka.
Tak dapat kubayangkan bagaimanakah perasaan ibu ketika itu.
Mereka tak berhenti disitu sahaja. Salah seorang dari lelaki itu kemudiannya mengacukan senjata ke perut ibu.
Untuk seketika kurasakan dunia terhenti. Apakah yang boleh aku lakukan dengan kudrat ku ini?
Aku tak sanggup untuk melihat apa yang bakal berlaku seterusnya.. Ibu dilepaskan dan kemudiannya dibawa masuk kedalam sebuah kereta yang diletakkan berhampiran dengan rumah kami.
Dari raut wajah ibu, aku tahu ibu cuba memberitahuku sesuatu...
" Jaga dirimu anakku...."
Kenderaan itu berlalu pergi bersama ibu di dalam perutnya.
Aku kemudiannya duduk di bawah pangkin dapur sambil menangis.
" Ibu? .... Ibu?...."
" Dimanakah ibu?"
" Ibu balikla....saya rindukan ibu..."
" Ibu.. saya janji saya takkan ingkar kata-kata ibu."
Seketika kemudian, aku terdengar derapan tapak kaki seseorang diluar.
Aku membatukan diri dan berserah apa yang akan berlaku seterusnya..
Tiba-tiba namaku dipanggil, " Imad... Ibu ni sayang."
Sejajar dengan itu, ku bukakan mataku dan kulihat ibu berdiri dihadapanku sambil memegang kepalanya yang berdarah..
Ku peluk ibu dengan erat dan menangis.
" Ibu...saya takut ibu tinggalkan saya.." Aku menangis.
" Ibu pun sayang.. Ibu sayangkan kamu." Jawab ibu.
Rupa-rupanya sepasukan tentera penyelamat kebetulan berada disitu dan menyelamatkan ibu dari berada di tangan zionis.
" Sayang, mari kita pergi dari sini sebelum mereka datang." Ibu berkata sambil memimpin tangan kecilku keluar.
Sebuah kenderaan besar sedang menunggu kami diluar. Kelihatan didalamnya beberapa orang yang senasib dengan kami, yang terselamat atau mungkin yang telah kematian saudara-mara yang dikasihi tenang menyambut kedatangan kami.
Sempat ku mengerling tulisan di badan kenderaan itu..
" Mercy Malaysia"....
" Dimanakah ibu?"
" Ibu balikla....saya rindukan ibu..."
" Ibu.. saya janji saya takkan ingkar kata-kata ibu."
Seorang kanak-kanak berumur 7 tahun menangis teresak-esak.. rindukan hangatnya kasih ibu.
Rindu untuk menatap wajah ibu tercinta. Rindu untuk memeluk jasad ibu yang suatu ketika dulu menjadi tempat untuk dia berlindung di kala dentuman bom dan ketika bumi bertuah itu di hujani peluru hidup yang buta; tidak mengenal erti perikemanusiaan dan etika hidup.
Dimanakah tempatnya untuk dia menumpang kasih?
Kepada siapa lagi untuk dia mengadu?
Siapa lagi yang kisahkan masa depannya?
Ibu,
Ketika ini saya hanya inginkan ibu. Saya sanggup tukarkan nyawa saya agar ibu dapat kembali ke bumi ini...
Mengapa mereka sangat kejam? Apakah salah kita? Kenapa Kau panggil ibuku pergi dahulu?
Sampai begini sekali dugaan dan cabaran yang perlu aku lalui..
* dummm.......dummm...dum.....
Terdengarnya dia jeritan dan lolongan sang ibu, sang ayah menangisi kematian anak kesayangan. Ketika itu dia teringat kembali kejadian itu......
Entah berapa lama lagi perlu aku menunggu kepulangan ibu yang dari tadi keluar untuk mencari sesuap nasi, di kala udara luar berjerebu...dihujani peluru dan bala...
" Harap-harap ibu selamat diluar sana...." Hatinya berbisik sendirian. Gelisah. Risau.
Keadaan atap rumah yang bocor ditembusi bom suatu ketika dahulu membayangkan betapa peritnya kehidupan di bumi ini. Tenggelam di lautan penuh darah, luka dan lara.
Sambil menanti kepulangan ibu tersayang, aku tidak henti-henti berzikir, berdoa agar ibu selamat kembali, ke pangkuanku..
* tok..tok..tok.. bunyi ketukan di pintu.
" Siapa? .." Aku bertanya dengan penuh debaran.
" Ibu ni sayang..buka pintu cepat." Ibuku membalas.
Aku lantas membuka pintu dan memeluk erat ibuku. Ditangannya digenggam sebungkus roti dan segumpal nasi yang telah bercampur dengan pasir...
" Lapar sayang? " ibu bertanya kepadaku.
" Ibu, saya risau dari tadi... Saya takut.." Aku tiba-tiba bersuara. Tidak menjawab pertanyaan ibu.
" Sayang, jangan risau. Ibu ada disini.."
" Mari makan. Cuma ini yang ibu dapat berikan. Cukuplah untuk kita sehari dua ini."
Ku lihat ibu meletakkan makanan yang dibawa diatas sebuah pinggan. Di bawanya bekas itu dihadapanku.
" Makan sayang." Kata ibu sambil menolak pinggan itu ke arahku.
Ku lihat hanya satu pinggan berisi makanan.
" Ibu tak makan sekali? Mana pinggan ibu? " Aku bertanya kepada ibu.
" Ibu dah kenyang sayang. Tadi ibu dah makan sedikit." Kata ibu.
* Aku tau ibu bohong. Ku lihat ada genangan air mata dihujung matanya. Ibu sanggup menahan lapar keranaku....
" Ibu, mari makan sama-sama.. " Kataku sambil menyuapkan sedikit roti ke mulut ibu.
Ibu ku lihat sedikit sedih. Dalam suaranya yang sedikit serak dan bergetar dia berkata kepadaku.
" Anakku, ibu minta maaf kerana tak dapat menyediakan segala yang perlu untuk mu sayang"
" Sepanjang ketiadaan ibu nanti, jagalah dirimu baik-baik. Ingat segala pesanan ibu. Ibu sayangkanmu sayang. Kita jumpa nanti di 'sana'. "
" Ibu, kenapa? Ibu sakit? " Tanyaku.
Ibu hanya melihatku dengan penuh sayu. Apalah yang dimengerti oleh anaknya yang cuma berumur 7 tahun....
Tiba-tiba pintu rumah kami dipecah masuk. Sekumpulan lelaki berpakaian seragam hijau memecah masuk rumah kami dengan membawa senjata ditangan.
Ibu terus memeluk erat tubuhku dan menjerit.
" Imad! Lari!!! "
" Ibu!!" jeritku ketika ku lihat ibu ditarik oleh seorang lelaki.
Ku cuba capai tangan ibu. Namun tidak kesampaian. Hatiku berdebar. Apakah yang perlu aku lakukan?
Ibu kulihat menangis dan merayu agar aku tidak diapa-apakan.
" Tolonglah lepaskan kami... Atau sekurang-kurangnya kau lepaskan anakku. Dia masih kecil.." Kata ibu sambil teresak-esak.
" Kau ikut kami!" arah seorang lelaki dengan mukanya yang bengis.
Ibu diheret keluar dengan ganas oleh mereka.
Darah merah mula mengalir dilengan dan kaki ibu ketika diheret di atas batu dan pasir kasar itu.
" Ibu! Ibu!" Aku menangis. Menjerit.
" Ibu! ibu nak kemana?" Aku bertanyakan ibu sambil berdiri dimuka pintu.
Tanganku melambai-lambai ke arah ibu. Air mata sudah tak ku kira betapa lajunya mengalir diatas pipiku yang bersaluti pasir dan debu.
Mereka kemudiannya mengikat tangan dan kaki ibu di atas batu, ditengah kepanasan hari.
Ibu menangis dan menjerit minta dilepaskan.
Seorang lelaki mengambil seketul batu yang bersaiz sederhana lalu dilemparkan kearah ibu. Mereka kulihat gembira dan ketawa dikala melihat ibu merintih kesakitan dan merayu untuk dilepaskan.
Tudung ibu ditarik dan dipijak oleh mereka.
Tak dapat kubayangkan bagaimanakah perasaan ibu ketika itu.
Mereka tak berhenti disitu sahaja. Salah seorang dari lelaki itu kemudiannya mengacukan senjata ke perut ibu.
Untuk seketika kurasakan dunia terhenti. Apakah yang boleh aku lakukan dengan kudrat ku ini?
Aku tak sanggup untuk melihat apa yang bakal berlaku seterusnya.. Ibu dilepaskan dan kemudiannya dibawa masuk kedalam sebuah kereta yang diletakkan berhampiran dengan rumah kami.
Dari raut wajah ibu, aku tahu ibu cuba memberitahuku sesuatu...
" Jaga dirimu anakku...."
Kenderaan itu berlalu pergi bersama ibu di dalam perutnya.
Aku kemudiannya duduk di bawah pangkin dapur sambil menangis.
" Ibu? .... Ibu?...."
" Dimanakah ibu?"
" Ibu balikla....saya rindukan ibu..."
" Ibu.. saya janji saya takkan ingkar kata-kata ibu."
Seketika kemudian, aku terdengar derapan tapak kaki seseorang diluar.
Aku membatukan diri dan berserah apa yang akan berlaku seterusnya..
Tiba-tiba namaku dipanggil, " Imad... Ibu ni sayang."
Sejajar dengan itu, ku bukakan mataku dan kulihat ibu berdiri dihadapanku sambil memegang kepalanya yang berdarah..
Ku peluk ibu dengan erat dan menangis.
" Ibu...saya takut ibu tinggalkan saya.." Aku menangis.
" Ibu pun sayang.. Ibu sayangkan kamu." Jawab ibu.
Rupa-rupanya sepasukan tentera penyelamat kebetulan berada disitu dan menyelamatkan ibu dari berada di tangan zionis.
" Sayang, mari kita pergi dari sini sebelum mereka datang." Ibu berkata sambil memimpin tangan kecilku keluar.
Sebuah kenderaan besar sedang menunggu kami diluar. Kelihatan didalamnya beberapa orang yang senasib dengan kami, yang terselamat atau mungkin yang telah kematian saudara-mara yang dikasihi tenang menyambut kedatangan kami.
Sempat ku mengerling tulisan di badan kenderaan itu..
" Mercy Malaysia"....
Adilkah Dunia?

Bertemu lagi kita,
Alhamdulillah.. dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki seadanya..
Bertemu, berpisah...lumrah kehidupan selagi kita bergelar manusia.
Kadangkala aku tertanya, mengapa perlu kita membezakan setiap kejadian dan zahirnya seseorang manusia itu...
Bukankah kita (mereka) juga insan biasa yang bernafas dalam satu udara yang sama?
Mengapa perlu wujudnya diskriminasi? Pentingkah rupa paras? Harta benda? Dimanakah perginya nilai kasih sayang?
Tidak kah kita pernah terfikir apakah perasaan dan isi hati mereka? Mereka juga inginkah penghidupan yang sempurna..yang bahagia seperti kita..
Buta. Pekak. Bisu. Kurang akal - semuanya datang dari Tuhan. Semuanya diciptakan dengan bersebab. Dengan satu tujuan. Untuk kita sama-sama menjalani hidup ini dengan kasih sayang. Dengan penuh semangat dan perjuangan.
Maki hamun, kutukan, kejian yang (mungkin) pernah kita lemparkan kepada insan-insan ini cuma menambahkan lagi segala dosa yang bersarang di jiwa.
Aku,
Terfikirkan segala dosa dan salah yang pernah aku lakukan suatu ketika dahulu.
Sekarang,
Aku rasa menyesal dan mengingatkan diri agar berubah. Cuba menyelami isi hati dan perasaan mereka di kala ini.
Kepayahan meneruskan hidup, dengan serba kekurangan ( melihat, mendengar, bertutur, merasa ) perlu dihadapi dengan penuh kesyukuran dan tabah.
Kepada insan-insan yang bernasib malang, bersabarlah.. Setiap dugaan dan halangan yang diberikan Tuhan adalah untuk kita mengharunginya dengan tabah dan semangat yang tinggi.
Peganglah tanganku ketika kau mahu bangkit. Cekalkan hati untuk meneruskan hidup ini.
Insya Allah, semuanya pasti berbalas...
Alhamdulillah.. dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki seadanya..
Bertemu, berpisah...lumrah kehidupan selagi kita bergelar manusia.
Kadangkala aku tertanya, mengapa perlu kita membezakan setiap kejadian dan zahirnya seseorang manusia itu...
Bukankah kita (mereka) juga insan biasa yang bernafas dalam satu udara yang sama?
Mengapa perlu wujudnya diskriminasi? Pentingkah rupa paras? Harta benda? Dimanakah perginya nilai kasih sayang?
Tidak kah kita pernah terfikir apakah perasaan dan isi hati mereka? Mereka juga inginkah penghidupan yang sempurna..yang bahagia seperti kita..
Buta. Pekak. Bisu. Kurang akal - semuanya datang dari Tuhan. Semuanya diciptakan dengan bersebab. Dengan satu tujuan. Untuk kita sama-sama menjalani hidup ini dengan kasih sayang. Dengan penuh semangat dan perjuangan.
Maki hamun, kutukan, kejian yang (mungkin) pernah kita lemparkan kepada insan-insan ini cuma menambahkan lagi segala dosa yang bersarang di jiwa.
Aku,
Terfikirkan segala dosa dan salah yang pernah aku lakukan suatu ketika dahulu.
Sekarang,
Aku rasa menyesal dan mengingatkan diri agar berubah. Cuba menyelami isi hati dan perasaan mereka di kala ini.
Kepayahan meneruskan hidup, dengan serba kekurangan ( melihat, mendengar, bertutur, merasa ) perlu dihadapi dengan penuh kesyukuran dan tabah.
Kepada insan-insan yang bernasib malang, bersabarlah.. Setiap dugaan dan halangan yang diberikan Tuhan adalah untuk kita mengharunginya dengan tabah dan semangat yang tinggi.
Peganglah tanganku ketika kau mahu bangkit. Cekalkan hati untuk meneruskan hidup ini.
Insya Allah, semuanya pasti berbalas...
Tika

Ketika aku sendirian....
ketika rindu menyapaku...
ketika gelisah menyisir diriku...
ketika rindu menyapaku...
ketika gelisah menyisir diriku...
Kau nafas yang kuhela...cinta
Kau jiwa dan inspirasiku...kasih.
Demi Tuhan engkau ku cintai..
Aku rindu sentuhanmu...
perlu bicaramu...
dahagakan belaian kasihmu...
Andai engkau tahu isi hati...
Peritnya cinta yang suci..
Aku cintakanmu...
Begitu banyak pengorbanan,
Suka..duka yang telah kulalui,
Untuk bersamamu..
Untuk merasa hangat kasihmu..
Ketika hati penuh luka..
Kau tiupkan bait-bait cinta..
Kau sembuhkan ku dari lara..
Terima kasih cinta...
Thursday, January 22, 2009
Selamat Hari Jadi

January 2009.
Dua hari yang amat penting dalam hidup aku.
10th January - My mom's birthday
19th January - My Dad's birthday
Mak,
Terima kasih Along (nama panggilan aku di rumah) ucapkan di atas segala kasih sayang, cinta dan pengorbanan yang dah mak lakukan. Along mungkin bukan anak mak yang terbaik, tapi Along akan cuba berubah. Setiap nasihat dan dorongan mak selama ini akan Along tunaikan. Benar, menjaga, mendidik dan membesarkan anak-anak adalah bukan perkara yang mudah. Bukan senang untuk membentuk 'buluh'.
Setiap hari Along berdoa agar mak sentiasa bahagia,dimurahkan rezeki,dipanjangkan umur dan sentiasa bersama anak-anak yang amat mencintai mak. Mak mungkin tak nampak apa yang tersirat dan tersurat dalam hati kami - anak-anakmu. Tapi percayalah yang kami amat sayang dan kasihkan mak.
P/S: Harap mak suka hadiah yang along berikan. (Seutas jam tangan kegemaran mak)
Ayah,
Kita mungkin jarang berbual. Apatah lagi untuk bersenda gurau. Kita bagaikan berada di 'alam' masing-masing. Tak tahulah di mana silapnya. Dimana kurangnya. Along nak ucapkan Selamat Hari Lahir yang ke-49thn baru-baru ini. Seronok tengok ayah enjoy the dinner. Walaupun Along tak pernah tunjukkan pada zahirnya yang Along sayangkan ayah, dalam hati ini hanya Dia yang tahu betapa cinta dan sayangnya Along pada ayah. Tak pernah berubah. Malah makin bertambah dalam.
P/S: Along pun harap ayah suka hadiah itu. (Laptop bag)
Along harap agar umur ini dipanjang agar kita dapat lagi menyambutnya pada tahun-tahun berikutnya ~ Amin
Why? What? How? When? Where?

Welcome. Selamat Datang.
New Year of 2009! Everyone was talking about their own resolutions for this year. Which I think that might be inspiring and motivated as well. (Well, depending on the wishlist and effort)
Everyday - Sunday,Monday,Tuesday,Wednesday,Thursday,Friday & Saturday. 24hours, each of us will face and experienced lots of bad and good things. Time change and so do people.
It's time to move on! It's time to plan and look forward! It's time to make the changes! It's time to forgive and forget!
Yeah.... My biggest 2009 resolution is to FORGIVE & FORGET. It sounds easy to do...but hey! It's difficult to do as well! Yes, it's tough! It's hard!
People make mistakes and so do I. Why? When? How? What? This is all the questions that will be asking by them. Who are them? Ask yourself....
2008 -
It is a terrific and most disaster things, that happened to me. Let me keep it to myself. It's hurt. Sad. Annoying. Bizarre! Thanks to my family, especially to my mum. Thanks so much for the support and loves throughout those days! You meant everything to me. Really, you are!
I love you mom! (sobbing.....)
WAKE UP!!!
What past is past! I keep on telling myself. It's time to move on! Life must go on!
Please welcome me on board!
Cheers!
M.H
January 23th, 2009
1.51P.M
Subscribe to:
Posts (Atom)
























